Tugas Akhir Semester I

I.    PENDAHULUAN

  1. Metode Pencarian Literatur
  • Kata kunci pencarian literatur :: Kata kunci untuk google scholar saya menuliskan “Anemia Defisiensi”, sedangkan pada Pubmed saya gunakan kata kunci “Anemia Deficiency Iron”
  • Jumlah Literatur yang didapatkan :: Jumlah Literatur yang didapat pada google scholar sekitar 1510 literatur, sedangkan pada pubmed terdapat literatur sekitar 2578an pada free full text literatur.
  • Proses Seleksi Literatur (Kriteria Inklusi dan Eksklusi) :: Proses seleksi literatur dilakukan dengan menggunakan kriteria yang berhubungan dekat dengan judul paper yang dicari dan tidak jauh menyimpang dari tema yang dibahas dalam penelitian ini mengandung kriteria inklusi Anemia defisiensi besi pada anak –anak.
  1. Abstrak
  • Literatur 1

Latar belakang. Anemia defisiensi besi (Fe) masih merupakan salah satu masalah utama di dunia, terutama di negara-negara berkembang. Prevalensi anemia yang tinggi akan berdampak terhadap tumbuh kembang anak. Diperkirakan 20%-25% bayi di dunia menderita anemia defisiensi besi, data Survei Kesehatan Rumah Tangga di Indonesia tahun 1995 menunjukkanbahwa 50% wanita hamil dan 40,5% balita menderita anemia defisiensi Fe.

Tujuan. Untuk mengetahui profil parameter hematologik dan prevalensi anemia defisiensi Fe pada bayi berusia 0-6 bulan di RSUD Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Metoda. Sampel penelitian ini adalah semua bayi yang lahir di RSUD Banjarbaru dan bayi datang untuk diimunisasi di Poliklinik Imunisasi RSUD Banjarbaru, berumur 0-6 bulan, sejak tanggal Juli 2005 sampai dengan September 2005. Definisi anemia defisiensi Fe apabila kadar Hb < 11 g/dl disertai 1 atau 2 kriteria ini terpenuhi, yaitu RDW = 15% atau index Mentzer >13.

Hasil. Jumlah bayi yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 104 bayi terdiri dari 53 bayi laki-laki (51%) dan 51 bayi perempuan (49%) dengan rentang umur 1 hari sampai dengan 6 bulan. Semua bayi lahir cukup bulan dengan berat lahir rata-rata 3150 gram ± 486,7 gram. Profil parameter hematologik menunjukkan nilai normal, kecuali Hb dan MCHC. Prevalens anemia defisiensi Fe terdapat pada 38,5% bayi. Faktor risiko berat lahir dan jenis kelamin untuk terjadinya anemia defisiensi Fe pada penelitian ini tidak bermakna (p>0,05).

Kesimpulan. Profil hematologik menunjukkan nilai normal kecuali Hb dan MCHC dan prevalens anemia defisiensi Fe adalah 38,5%.

 Kata kunci: anemia defisiensi, bayi berumur 0-6 bulan

  1. Literatur 2

Abstract

Objective. To describe the frequency and severity of anemia and the nutritional variables associated to hemoglobin levels (Hb) in children <5 years of age.

Materials and methods.We studied 981 children measuring hemoglobin and serum concentrations of ferritin, soluble transferring receptors (sTfR), C-reactive protein (CRP), zinc, iron, copper, magnesium, folate and vitamin B12. Ordinal logit or multiple regression models were constructed to assess the risk for anemia and the associations among nutritional variables.

Results. The overall prevalence of anemia was 20.6%, of which 14% were mild cases and 6.38% moderate. Anemia was associated with iron deficiency (ID) in 42.17% of the cases, whereas ID coexisted with either folate or vitamin B12 deficiency in 9%. Only 2% of cases of anemia were associated with either folate or vitamin B12 deficiencies. CRP (coef: 0.17 g/dl) and third tertile of s-copper (coef: -0.85 g/dl) were associated to unexplained anemia (p<0.05).

Conclusions. ID is the main cause of anemia in children <5 y. Folate and vitamin B12 concentrations were associated with anemia. CRP was associated to unexplained anemia. However, vitamin A deficiency, which is associated with anemia, was not studied.

Key words: anemia; child, preschool; iron deficiency; copper; Mexico

II.     DESKRIPSI 

  1. Deskripsi Umum
  • Judul :: Judul dari literatur pertama adalah “Profil Parameter Hematologik dan Anemia Defisiensi Zat Besi Bayi Berumur 0-6 Bulan di RSUD Banjarbaru”. Sedangkan judul kedua yaitu : “Nutritional causes of anemia in Mexican children under 5 years. Results from the 2006 National Health and Nutrition Survey
  • Penulis :: Penulis “Profil Parameter Hematologik dan Anemia Defisiensi Zat Besi Bayi Berumur 0-6 Bulan di RSUD Banjarbaru” adalah Ringoringo HP, Endang Windiastuti. Dan penulis literature kedua adalah Cruz-góngora, Vanessa De Villalpando, Salvador Rebollar, Rosario Tech, Chem
  • Publikasi
  1. Untuk literature pertama :

Nama Jurnal         : Hemoglobin

Penulis                    : Ringoringo HP, Endang Windiastuti

Issue                        : 4

Tahun                      : Maret 2006

Volume                   : 7

  1. Literatur Kedua

Penulis                : Cruz-góngora, Vanessa De Villalpando, Salvador Rebollar

Year                     : 2012

Volume               : 54

Issue                    : 2

Keywords          : child; copper; iron deficiency; anemia; preschool

  • Penelaah

Nama : Citra Resmi Lestariana Putri

NIM  : P 27224012049

DIV Bidan Pendidik Poltekkes Kemenkes Surakarta

  • Tanggal Telaah :: Ditelaah tanggal 28 Juni 2012
  1. Deskripsi Content
  • Literatur 1
  1. Tujuan Penelitian :: Untuk mengetahui profil parameter hematologik dan prevalensi anemia defisiensi Fe pada bayi berusia 0-6 bulan di RSUD Banjarbaru Kalimantan Selatan.
  1. Hasil Penelitian :: Dalam kurun waktu penelitian, jumlah bayi yang memenuhi syarat berjumlah 104 bayi yang terdiri dari 53 bayi laki-laki (51%) dan 51 bayi perempuan (49%) dengan rentang umur 1 hari sampai dengan 6 bulan. Semua bayi lahir cukup bulan dengan berat badan lahir antara 1800 gram – 4300 gram dengan rata-rata 3150 gram ± 486,7 gram. Profil beberapa parameter hematologik pada bayi berumur 0-6 bulan dalam penelitian ini tertera pada Tabel 1

Tabel 1. Profil parameter hematologik bayi berumur 0-6 bulan

Parameter Hematologik Rata-rata Rentang nilai
Hemoglobin (g/dl)Hematokrit (vol%)RBC (juta/mm3)

MCV (fl.)

MCH (pg)

MCHC (g/dl)

RDW (%)

Leukosit (/mm3)

Trombosit (/mm3)

12,3343,364,41

98,25

28,07

28,68

18,45

12.211

315.840,1

(7,3 – 20,0)(22,20 – 74,40)(2,72 – 6,03)

(70,70 – 136,70)

(17,60 – 36,40)

(20,50 – 33,90)

(11,10 – 42,30)

(2.900 – 30.100)

(60.000 – 602.000)

Keterangan: RBC = red blood cells,

MCV=mean corpuscular volume,

MCH = mean concentration hemoglobin,

MCHC = mean corpuscular hemoglobin concentration

RDW = red cells distribution width

Gambaran Hb menunjukkan kadar diantara 7,3 – 20,0 g/dl dengan rata-rata 12,33 ± 2,63 g/dl. Dari 104 bayi, 41 bayi (39,4%) menderita anemia dan 97,6% (40 bayi) diantaranya merupakan anemia defisiensi Fe dengan distribusi umur seperti tercantum pada Tabel 2. Faktor risiko berat lahir dan jenis kelamin untuk terjadinya anemia defisiensi Fe pada penelitian ini tidak bermakna (p>0,05).

  1. Kesimpulan Penelitian

Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan bahwa profil hematologik pada penelitian ini menunjukkan nilai normal kecuali Hb dan MCHC, dan prevalens anemia defisiensi Fe adalah 38,5%. Dari data yang diperoleh, diperlukan untuk untuk melanjutkan penelitian ini dengan melibatkan faktor anemia pada kehamilan (membandingkan bayi yang lahir dari ibu anemia dan bayi yang lahir dari ibu tanpa anemia); dan bilamana mungkin memeriksa kadar ferritin serum atau soluble transferrin receptor pada bayi yang diteliti.

  • Literatur 2
  1. Tujuan Penelitian :: The objective of this study is to analyze some nutritional causes of anemia in a subsample of children under 5 years from Mexican National Health and Nutrition Survey 2006 (Encuesta Nacional de Salud y Nutrición 2006, ENSANUT 2006), stratified by degree of anemia, and to describe the characteristics of children that explain the variability in hemoglobin concentrations in those with know nutritional deficiencies and those with unexplained anemia.
  1. Hasil Penelitian :: Descriptive characteristics are shown in table I. The global prevalence of anemia was 20.4%, children <2 years old had the highest prevalence (28.96 vs children 3-4 y: 14%); no differences by sex were found (table I). The prevalence for mild anemia was 14% (CI95% 10.91, 17.75%) and moderate anemia 6.38% (CI95% 4.31, 9.34%).The prevalence of ID was higher in mild and moderate anemic than in non-anemic children. The prevalence of copper, folate, zinc and magnesium deficiencies was not different between mild or moderate anemic vs nonanemic children (table II). The mean serum concentrations of iron, sTfR, s-ferritin, folate, zinc and magnesium were not different between moderate anemic vs non anemic children. The serum concentration of vitamin B12 was lower and s-copper was higher, in moderate anemic than in non-anemic children. There were no differences in serum micronutrients status in mild anemic vs non-anemic children (table II).Anemia was associated with ID in 42.17% (CI95% 32.3, 52.6) of the cases; ID coexisted with either folate or vitamin B12 deficiency in 9% (CI95% 5.28, 17.96). Only 2% (CI95% 1.09, 6.28) of the cases of anemia were associated with either folate or vitamin B12 deficiencies. Thus, anemia with potentially explainable causes was present in 54.76% (CI95% 44.07, 65.03) and unexplained anemia in 45.24% (CI95% 34.97, 55.93) of the cases. In a bivariate analysis, children with unexplained anemia had “better” iron status indicators than nonanemic children. No significant differences were observed between the rest of serum vitamins and minerals concentrations in non-anemic children vs children with unexplained anemia (table II). In an ordered logistic model, progression of age represented a lower risk for mild and moderate anemia (OR=0.72 and OR=0.62, respectively, p<0.05). The second tertile of SES compared with the first tertile was associated with lower risk for mild anemia (OR=0.44, p=0.006); ID was marginally associated to mild anemia (OR: 1.56, p=0.06). The third tertile of serum copper concentrations compared with the second tertile (OR=3.64, p=0.02) represented a higher risk for moderate anemia (table III).
  1. Kesimpulan Penelitian :: In summary, iron deficiency continues to be the main cause of nutritional anemia in preschool children, while vitamin B12 and folate deficiency contribute in a low proportion. S-copper and CRP explained part of the variability of others causes of anemia. Further research is necessary to understand the causes that are behind the unexplained anemia.

III. TELAAH/REVIEW ARTIKEL 

  1.  Literatur 1
  • Fokus Penelitian (Latar Belakang Masalah dan Masalah Penelitian)

-           Latar belakang masalah yang diuraikan oleh penulis cukup singkat, padat, dan jelas. Angka kejadian anemia pada balita sudah ada, akan tetapi angka kejadian anemia pada bayi umur 0-6 bulan belum disebutkan penulis dikarenakan data tersebut belum ada.

-          Masalah penelitian disini sudah tepat sesuai judul dan tujuan penelitian yang akan diteliti.

  • Gaya dan Sistematika Penulisan

-          Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini sederhana, runtut, cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

-          Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (latar belakang, tujuan penelitian, metoda, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), pendahuluan, metoda, hasil penelitian, diskusi (pembahasan, kesimpulan, dan saran), daftar pustaka.

  • Penulis

-          Penulis dalam penelitian ini berasal dari adalah seorang Kepala UPF Anak RSUD Banjarbaru Kalimantan Selatan yaitu : Dr. Ringoringo HP, SpA dan bagian Divisi Hematologi. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

-          Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang diteliti. Karena penulis adalah seorang dokter spesialis anak dimana tahu persis akan penyakit anemia pada bayi umur 0-6 bulan.

  • Judul Penelitian

PROFIL PARAMETER HEMATOLOGIK DAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI BAYI BERUMUR 0-6 BULAN DI RSUD BANJARBARU

Judul penelitian cukup jelas, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang   akan diteliti.

Kekurangannya : belum memenuhi prinsip 5 W 1 H, yaitu tidak dicantumkan tahun penelitian diadakan (when)

  • Abstrak

1)   Kelebihan

-       Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai masalah penelitian, tujuan penelitian dan hasil yang didapatkan.

-       Mencantumkan kata kunci.

-       Penulisan abstrak tersusun dengan sistematik.

2)   Kekurangan

-       Namun dalam abstrak, metodologi penelitian belum dituliskan dengan lengkap, yaitu hanya subyek dan definisi operasional penelitian.

-       Analisis belum dibahas dalam abstrak.

-       Belum memenuhi IMRAD (Introduction, Metode, Result, Analize, Discussion).

-       Dalam abstrak, tidak memberikan rekomendasi apa yg diberikan untuk penelitian selanjutnya, tetapi rekomendasi tertulis dalam diskusi.

  • Masalah dan Tujuan Penelitian

1)   Masalah dalam penelitian ini sudah ditampilkan berbagai prevalensi anemia defisiensi besi pada balita dan wanita serta masalah anemia dapat mempengaruhi fungsi otak di kemudian hari.

2)   Penelitian ini bertujuan ingin melaporkan hasil penelitian mengenai profil parameter hematologic dan prevalens anemia defisiensi besi pada bayi umur 0-6 bulan yang sudah sesuai dengan judul penelitian.

  • Literatur/Tinjauan Pustaka

1)   Penyusunan literatur menggunakan sistem harvard dan terorganisir dengan logis,

2)   Literatur yang digunakan sebagian besar adalah literatur lama dari sumber internasional, sebanyak 73%. Sedangkan literatur terbaru yang digunakan (10 tahun terakhir) hanya 27%.

3)   Dalam penulisan jurnal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan membandingkan temuan-temuan atau data-data yang ada dengan hasil yang didapatkan oleh penulis.

  • Hipotesis/ Pertanyaan Penelitian :: Pembatasan penelitian belum jelas karena hipotesis dalam penelitian ini belum dicantumkan, arah penelitian  berdasarkan pada tujuan penelitian. Seharusnya hipotesis juga dicantumkan dalam jurnal.
  • Populasi dan Sample

1)   Populasi

Populasi tidak tertulis secara jelas, masih ambigu karena dalam jurnal ini masih secara umum yaitu subyek penelitian, dimana subyek terdiri atas populasi dan sampel

2)   Sampel

Sampelpun demikian, masih ambigu, tetapi terdapat criteria inklusi dan criteria eksklusi yang mendukung adanya sampel.

  • Pertimbangan Etik/ Ethical Clearance) :: Pertimbangan etik tertera dengan jelas karena penelitian diawali dengan menjelaskan maksud penelitian secara lisan dan tulisan, baru kemudian melakukan pengambilan darah.
  • Definisi Oprasional :: Tidak tertulis dengan jelas, karena hanya disampaikan bagaimana teknik pengambilan datanya, variable-variabel juga tidak dijelaskan satu persatu,
  • Metode Penelitian (Setting dan Design) :: Hanya mencakup subyek penelitian serta teknik pengambilan data. Design penelitian tidak dicantumkan.
  • Hasil Penelitian :: Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu melaporkan hasil penelitian mengenai profil parameter hematologic dan prevalens anemia defisiensi besi pada bayi umur 0-6 bulan. Hasil sudah terlampir dengan tabel beserta analisanya.
  • Pembahasan Hasil Penelitian

1)   Kelebihan

-       Hasil penelitian dibahas berdasarkan tabel yang ada

-       Menyesuaikan dan membandingkan dengan kepustakaan yang ada setiap hasil yang diperoleh.

2)   Kekurangan

-       Model penulisan secara teoritis, tidak secara poin-poin

  • Refrensi/ Daftar Pustaka :: Penulisan daftar pustaka sudah sesuai EYD, akan tetapi pengambilan literature masih terlalu banyak yang tidak ‘up to date’ terlihat masih 73% dibandingkan dengan 10 tahun akhir.
  • Kesimpulan dan Saran

1)   Kelebihan

-   Cocok dengan tujuan penelitian

-   Saran ditujukan kepada peneliti selanjutnya, agar mengembangkan penelitian yang sudah ada, dan sebagai bahan literature.

2)   Kekurangan

-   Saran kurang spesifik.

2)   Literatur 2

  • Fokus Penelitian (Latar Belakang Masalah dan Masalah Penelitian)

-          Latar belakang masalah yang diuraikan oleh penulis cukup singkat, padat, dan jelas.

-       Masalah penelitian disini tidak tertulis, akan tetapi penulis menyesuaikannya dengan tujuan penelitian .

  • Gaya dan Sistematika Penulisan

-          Tata bahasa yang dipergunakan dalam penulisan jurnal ini menggunakan bahasa  Inggris dan bahasa Meksiko pada abstrak yang sederhana, runtut, cukup mudah dipahami sehingga memudahkan pembaca untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan dan apa hasil yang diperoleh.

-          Sistematika penulisan telah tersusun dengan baik dan jelas mulai dari judul penelitian, nama penulis, abstrak (objective, materials and methods, hasil, kesimpulan, dan kata kunci), latar belakang, material and metoda (sample, definisi oprasional, statistical analysis), hasil , diskusi (pembahasan, kesimpulan, dan saran), daftar pustaka.

  • Penulis

-          Penulis dalam penelitian ini berasal dari Centro de Investigación en Nutrición y Salud, Instituto Nacional de Salud Pública. Cuernavaca, Morelos, México. yaitu : Vanessa De la Cruz-Góngora, MSc, Salvador Villalpando, MD, PhD, Rosario Rebollar, Chem Tech, Teresa Shamah-Levy, MSc, dan bagian Centro de Investigación en Matemáticas, AC. Aguascalientes, México yaitu Ignacio Méndez-Gómez Humarán, MSc

-          Menurut penelaah, dengan melihat latar belakang penulis tersebut mempunyai kualifikasi yang cukup di bidang yang diteliti. Karena penulis adalah seorang ahli bidang nutrisi dan bagian matematika.

  • Judul Penelitian

NUTRITIONAL CAUSES OF ANEMIA IN MEXICAN CHILDREN UNDER 5 YEARS. RESULTS FROM THE 2006 NATIONAL HEALTH AND NUTRITION SURVEY

Judul penelitian cukup jelas, tidak ambigu, dan menggambarkan apa yang   akan diteliti, sudah memenuhi 5W 1H

Kekurangannya : tidak ada

  • Abstrak

1)   Kelebihan

-       Penulisan abstrak tersusun dengan sistematik.

-       Abstrak mampu menggambarkan secara jelas mengenai tujuan penelitian, metodologi penelitian, hasil dan kesimpulan

-       Mencantumkan kata kunci.

2)   Kekurangan

-       Tidak dicantumkan latar belakang masalah

-       Analisis belum dibahas dalam abstrak.

-       Belum memenuhi IMRAD (Introduction, Metode, Result, Analize, Discussion).

  • Masalah dan Tujuan Penelitian

-          Masalah dalam latar belakang tertulis secara sistematis yang terdiri dari isu dalam negara, prevalensi anemia di Meksiko

-          Tujuan penelitian ditulis dalam latar belakang secara langsung.

  • Literatur/Tinjauan Pustaka

-          Penyusunan literatur menggunakan sistem harvard dan terorganisir dengan logis,

-          Literatur yang digunakan sebagian besar adalah literatur lama hanya 21%. Sedangkan literatur terbaru yang digunakan (10 tahun terakhir) 79%.

-          Dalam penulisan jurnal menggunakan analitis kritis berdasarkan literatur yang ada dengan membandingkan temuan-temuan atau data-data yang ada dengan hasil yang didapatkan oleh penulis.

  • Hipotesis/ Pertanyaan Penelitian :: Pembatasan penelitian belum jelas karena hipotesis dalam penelitian ini belum dicantumkan, arah penelitian  berdasarkan pada tujuan penelitian. Hipotesis hendaknya juga dicantumkan dalam jurnal.
  • Populasi dan Sample :: Populasi ditulis secara tersurat pada statistical analysis, tetapi terdapat sample yang terdiri dari subsample.
  • Pertimbangan Etik/ Ethical Clearance) :: Kekurangan jurnal ini belum mencantumkan pertimbangan etik. Penting sekali pertimbangan etik didalam penelitian, agar peneliti tahu akan batasan-batasan wajar dalam meneliti
  • Definisi Oprasional :: Ditampilkan dengan nama definitions of variables. Terurai secara jelas dan lengkap.
  • Metode Penelitian (Setting dan Design)

-          Setting penelitian tidak ada

-          Desain penelitian berbentuk survey, sudah dilengkapi dengan statistical analisisnya.

  • Hasil Penelitian :: Tampil dalam bentuk teoritis dimana setiap variable dijelaskan beserta analisis yang digunakan dan hasilnya. Mudah dibaca dan dipahami karena disajikan dalam bentuk tabel
  • Pembahasan Hasil Penelitian

1)   Kelebihan

Tampil dalam bentuk teoritis dimana setiap variable dijelaskan beserta analisis yang digunakan dan hasilnya. Mudah dibaca dan dipahami karena disajikan dalam bentuk tabel

2)   Kekurangan

Sejauh ini penelaah belum menemukan kekurangan dalam pembahasan

  • Refrensi/ Daftar Pustaka :: Penulisan daftar pustaka sudah sesuai EYD, serta pengambilan literature cukup banyak yang ‘up to date’ terlihat 79%
  • Kesimpulan dan Saran

1)   Kelebihan

Cocok dengan tujuan penelitian, serta singkat, jelas

2)   Kekurangan

Pada saran, Kurang ditambahkan untuk focus subyek penelitian, dan hanya untuk peneliti selanjutnya.

IV.      PENUTUP

Kedua artikel jurnal diatas secara tidak langsung memberikan kontribusi yang positif bagi penulis dan pembaca. Penelaah menyadari masih ada kekurangan dalam menelaah jurnal domestic maupun luar negeri. Oleh sebab itu telaah jurnal ini dapat dijadikan masukan bagi penulis, pembaca, peneliti selanjutnya. Dapat juga menambah pengetahuan tentang anemia defisiensi besi bagi bayi 0-6 bulan dan balita. Sekian dan Terima Kasih.